RajaKomen

3 Penyakit Manusia dan Cara Mengobatinya

8 Sep 2021  |  126x | Ditulis oleh : Agus FZ
3 Penyakit Manusia dan Cara Mengobatinya

Islam adalah agama sempurna karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Agama ini lahir untuk mengangkat manusia dari kehinaan (kejahilan) menjadi manusia berakhlak luhur dan mulia sebagaimana diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Al-Qur’an mengingatkan manusia tentang tiga penyakit-hati yang wajib kita jauhi. Penyakit ini sering menggerogoti amal dan apabila dibiarkan dapat menyebabkan hati tertutup hidayah sebagaimana besi yang berkarat.

Apa saja ketiga penyakit tersebut? Mari kita simak firman Allah Ta’ala berikut:

يٰٓاَيُّهَيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS.Al-Hujurat:12)

Allah memulai firman-Nya dengan menyebut “Hai Orang-orang yang beriman”, karena keimanan dan ketakwaan ibarat sedang melewati jalanan berduri. Kita tentu tidak ingin duri tertancap di kaki sehingga kita harus berhati-hati melangkah dan mengarungi hidup.

Seperti ayat di atas, Allah mengingatkan kita untuk menjauhi prasangka, tidak mencari-cari kesalahan, dan tidak menggunjing. Allah mengingatkan orang beriman bahwa perilaku itu sama dengan memakan bangkai saudaranya. Pada setiap perilaku itu, kita diminta oleh Allah untuk segera melakukan taubat kepada-Nya.

Prasangka misalnya, jika yang disangkakan benar kita tidak akan dapat pahala. Jika yang disangkakan salah, maka tercatat dosa karena telah berburuk sangka. Oleh karenanya Allah perintahkan untuk menjauhi perkara tersebut.

Prasangka adalah sikap negatif terhadap anggota kelompok tertentu. Banyak orang yang membentuk dan memiliki prasangka karena dengan berprasangka dapat memainkan sebuah peran penting untuk melindungi atau meningkatkan konsep diri atau citra diri individu (Baron & Byrne 2004).

Prasangka dalam kehidupan merupakan proses kognitif yang berlangsung setiap hari baik pada orang yang baru kita kenal maupun pada teman sehari-hari. Informasi yang berhubungan dengan prasangka sering kali diberi perhatian lebih, atau diproses secara lebih hati-hati, daripada informasi yang tidak berhubungan dengan hal tersebut (contoh, Blascovich dkk., 1997)

Sebagai sebuah sikap, prasangka juga melibatkan perasaan negatif atau juga emosi pada orang yang dikenai prasangka ketika saling bertemu atau hanya dengan memikirkan seseorang yang tidak disukai (Bodenhausen, Kramer & Susser, 1994; Vanman dkk,1997).

Berprasangka yang dikonotasikan negatif ini, tentunya akan terus mencari kepuasan sendiri dengan mencari-cari kesalahan yang pada akhirnya membangun opini negatif yang digelindingkan melalui pergunjingan. Sungguh ini sangat tidak baik. Semua lapisan masyarakat mengalami ini, bahkan setiap individu akan sangat rentan berbuat hal demikian.

Maka Baginda shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kita akan tiga penyakit tersebut. Ketiganya adalah thiyaroh, dengki dan prasangka buruk.

1. Thiyaroh

Apa yang dimaksud dengan Thiyaroh? Menurut Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid, Thiyaroh adalah merasa bernasib sial. Atau meramal nasib buruk dengan melihat burung, binatang lainnya atau apa saja. Di zaman Nabi, jika hendak melakukan perjalanan, orang-orang terlebih dahulu melihat arah terbang burung yang dilepas, jika ia terbang ke kanan, maka pertanda baik. Apabila terbang ke kiri pertanda buruk.

Di zaman daring (dalam jaringan) saat ini, foto selfie juga bisa terkena Thiyaroh. Masih ada yang beranggapan apabila foto bertiga maka yang di tengah akan mati, padahal yang mengambil foto pun mati.

Jika menabrak kucing harus segera ditanam di lokasi tertabrak. Jika tidak, akan ditimpa kesialan. Inilah contoh-contoh penyakit Thiyarah. Obatnya adalah jangan dituruti dan jangan diyakini karena segala sesuatu itu telah Allah takdirkan.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat merasa khawatir dan takut akan sesuatu yaitu membaca: “Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa Huwas samii’ul ‘aliim. (Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Diriwayatkan Imam Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2. Dengki

Dalam KBBI, dengki diartikan sebagai menaruh perasaan marah atau benci atau tidak suka, karena sangat iri kepada keberuntungan orang lain. Perilaku inipun melekat pada manusia, dan disebut sebagai penyakit oleh Nabi.

Contoh sederhana, seseorang yang berulang kali melaksanakan ibadah haji, dan umroh, ketika mendengarkan cerita orang yang baru saja pulang melaksanakan ibadah haji, tak jarang menimpalinya dengan cerita tanah haram yang merasa lebih lengkap, komprehensif dan merasa lebih mengetahui terkait ibadah, territorial dan segala sesuatu terkait tanah haram dan rangkaian ibadah di dalamnya. Tak jarang pula sering meluruskan yang kesannya merendahkan dan menyalahkan cerita.

Adapun obat dari penyakit ini adalah memperbanyak istighfar dan bertaubat dengan sebenar-benar taubat. Salah satu keutamaan Istighfar adalah menggugurkan dosa. Setiap dosa meninggalkan noda hitam pada hati dan noda hitam itu bisa lenyap dengan istighfar.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Abu Daud No 1520 dan Ibnu Majah No 3951)

3. Prasangka

Penyakit yang satu ini sering menjangkiti hati manusia. Jika prasangka ini dibiarkan akan membawa dampak negatif bagi pelakunya dan juga orang lain. Misalnya, seorang yang tiba-tiba rajin beribadah ke masjid dengan istiqomah, tiba-tiba muncul prasangka: “Palingan dia sedang mengincar posisi BKM, atau prasangka lain-lain.”

Ini penyakit hati yang harus dihindari. Baginda Rasulullah SAW mengatakan obat dari penyakit ini adalah memperbanyak zikir atau diam. Diam adalah maqom (tingkatan) pengetahuan tertinggi. Salah satu keutamaan diam disebutkan dalam hadis berikut: “Diam itu adalah akhlak yang paling utama. Diam itu mengandung hikmah yang banyak, tetapi sedikit orang yang melakukannya.” (HR. Dailami dari Ibnu ‘Umar)

Itulah tiga penyakit berbahaya bagi manusia yang wajib dijauhi. Semoga Allah memberi taufik-Nya agar kita dipelihara dari penyakit-penyakit tersebut. (dbs)

(hajinews)

Baca Juga:
Rasa Kecewa dan Harapan Calon Jemaah Haji Tahun 2020

Rasa Kecewa dan Harapan Calon Jemaah Haji Tahun 2020

Nasional      

8 Jun 2020 | 311 Agus FZ


Kementrian Agama sudah memutuskan bahwa Jemaah haji tahun 2020 ini dibatalkan berangkat, salah satu faktor pembatalan itu karena tidak adanya kepastian dari Arab Saudi, sehingga dari ...

Belum Banyak Orang yang Tahu, Ini Manfaat Shalat Tarawih untuk Kesehatan

Belum Banyak Orang yang Tahu, Ini Manfaat Shalat Tarawih untuk Kesehatan

Kesehatan      

20 Mei 2020 | 278 Kak Min


Pada bulan Ramadhan terdapat shalat sunnah yang tak kita temukan di bulan-bulan lainnya. Shalat tersebut adalah Shalat Tarawih. Selain mendapatkan kebaikan dan pahala dari Allah SWT, ...

Jangan Tertipu! Ini Cuma Ilusi Optik Ya

Jangan Tertipu! Ini Cuma Ilusi Optik Ya

Mancanegara      

15 Nov 2020 | 236 Kak Min


Aghil - Pernahkah kamu melihat sebuah objek yang berbeda dengan kenyataannya? Hal ini biasa disebut dengan ilusi optik. Sebuah foto tersebut dapat membuat mata kita tertipu. Ilusi optik ...

Aneka Makanan Khas Betawi Saat Lebaran Tiba, Sudah Tau?

Aneka Makanan Khas Betawi Saat Lebaran Tiba, Sudah Tau?

Kuliner      

22 Mei 2020 | 314 Agus FZ


Lebaran atau biasa dikenal dengan istilah hari raya idul fitri menjadi momentum yang paling ditunggu-tunggu jutaan umat muslim di seluruh dunia tanpa terkecuali di negara Indonesia. Pada ...

Apa Sebabnya Gairah Suami Menurun Setelah Lama Menikah

Apa Sebabnya Gairah Suami Menurun Setelah Lama Menikah

Tips      

12 Jul 2021 | 128 Agus FZ


Setelah menikah selama bertahun-tahun, istri bisa saja menemukan bahwa gairah suami mereka menurun dan tak sepanas dulu. Jika ini terjadi pada anda, anda harus tahu bahwa kebanyakan ini ...

Gara-Gara Corona, Masyarakat Jerman Gunakan Baling-Baling Bambu untuk Masuk Cafe

Gara-Gara Corona, Masyarakat Jerman Gunakan Baling-Baling Bambu untuk Masuk Cafe

Mancanegara      

17 Mei 2020 | 352 Kak Min


Dengan adanya virus Corona, kita dianjurkan untuk menjaga jarak dari orang-orang. Istilahnya yakni social distancing atau physical distancing.  Hal ini dilakukan untuk ...