rajabacklink

Kisah Sahabat Rasullullah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang Tak Mau Terima Gaji Saat Jadi Khalifah

19 Mei 2020  |  475x | Ditulis oleh : Kak Min
Kisah Sahabat Rasullullah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang Tak Mau Terima Gaji Saat Jadi Khalifah

Setelah Rasulullah SAW wafat, umat Muslim saat itu mendaulat sahabat Rasulullah yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah pengganti Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Abu Bakar menjadi pemimpin tertinggi umat Islam dalam berbagai hal, khususnya pada bidang politik.

Abu Bakar menjabat sebagai pemimpin selama dua tahun lebih. Selama dua tahun tersebut, Abu Bakar sebagai pemimpin tidak memanfaatkan kekuasaannya tersebut secara semena-mena. Pada pidato pelantikannya, Abu Bakar menegaskan bahwa umat Islam tak wajib patuh terhadapnya. Dengan catatan, perintah atau kebijakan tersebut bertentangan dengan perintah Allah.

"Taati lah saya selama saya taat kepada (perintah) Allah, tetapi bila saya menyimpang dari perintah-Nya, maka gugur lah kesetiaanmu kepada saya," kata Abu Bakar seperti yang ditulis dalam buku Abu Bakar, Sebuah Biografi karya Muhammad Husain Haekal.

Selama menjadi Khalifah, ada dua penaklukan besar sebagai pencapaian dari Abu Bakar. Pertama penaklukkan pada Irak di tahun ke-12 Hijriyah. Beberapa wilayah yang berhasil dikuasai adalah Mahdhor, Ullais, Nahrud Dain, Anbar dan Ain Tamar. Khalid bin Walid menjadi pimpinan pasukan dalam penaklukan ini.

Kedua, penaklukan Syam. Sebenarnya, penaklukkan Syam ini sudah dimulai pada abad ke-13 Hijriyyah pada masa Khalifah Abu Bakar. Khalid bin Walid sebagai panglima utamanya pada masa itu.

Syam akhirnya berhasil ditaklukkan secara keseluruhan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Prestasi Khalifah Abu Bakar tidak kalah dengan prestasi-prestasi Khalifah lainnya. Ia memerangi mereka yang murtad setelah Nabi Muhammad wafat.

Beliau juga berhasil mengkonsolidasikan umat Islam dan bangsa lain yang memberontak menjadi suatu kekuatan yang kuat. Hingga akhirnya, Abu Bakar mampu menerobos dua imperium besar pada saat itu, yakni Bizantium dan Persia.

Dibalik kesuksesan Sang Abu Bakar sebagai Khalifah, ternyata terdapat kisah menarik dibelakangnya. Saat awal-awal masa pemerintahannya, Abu Bakar tidak pernah menerima sedikitpun gaji sebagai Khalifah. Hal tersebut beliau lakukan selama 6 bulan awal pemerintahannya. Hal ini dikutip dari buku History of The Arabs karya Phillip K Hitti.

"Hal itu dilakukan Abu Bakar ra. karena masa tersebut pemerintahan tidak memiliki pemasukan sama sekali," kata Hitti.

Padahal waktu itu, Abu Bakar seringkali melakukan perjalanan bolak-balik dari al-Sunh (rumahnya) ke kota Madinah. Abu Bakar menjadikan serambi Masjid Nabi menjadi pusat pemerintahan pada saat itu.

Tidak hanya itu, menjelang akhir hayatnya Abu Bakar bahkan mengembalikan semua harta yang digunakannya dari Baitul Mal. Hal ini beliau lakukan karena tidak senang dengan segala hal yang diperolehnya melalui Baitul Mal, seperti dikutip dari laman resmi NU.

"Segala hal yang ada padaku dari harta Muslimin kembalikan lah. Aku sama sekali tidak ingin menggunakan harta itu. Tanahku di tempat fulan dan fulan berikan untuk kepentingan kaum Muslimin sebagai ganti harta mereka yang kugunakan," kata Abu Bakar.

Berita Terkait
Baca Juga:
Disebut Makanan Suci, Jagung Hingga Kurma Punya Makna Penting

Disebut Makanan Suci, Jagung Hingga Kurma Punya Makna Penting

Kuliner      

19 Mei 2020 | 499 Kak Min


Sepanjang sejarah kehidupan manusia, tentu tak lepas dari makanan. Terdapat beberapa makanan yang dianggap sebagai benda suci atau sebagai simbol dari sebuah kebudayaan atau agama tersebut. ...

Sirkuit Mandalika Harus Bayar Lisensi Rp 537 Milyar Per Musim untuk Gelar F1

Sirkuit Mandalika Harus Bayar Lisensi Rp 537 Milyar Per Musim untuk Gelar F1

Nasional      

29 Maret 2022 | 213 Agus FZ


Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, harus membayar lisensi 40 juta Dollar AS atau Rp 537 Milyar per musim untuk menggelar balapan Formula 1 (F1). Sementara ini, sirkuit Mandalika belum bisa ...

Belajar dari Tradisi Askida Ekmek, Tradisi Berbagi Roti Gratis dalam Diam di Turki

Belajar dari Tradisi Askida Ekmek, Tradisi Berbagi Roti Gratis dalam Diam di Turki

Mancanegara      

20 Mei 2020 | 694 Kak Min


Untuk berbagi kepada sesama memiliki beragam cara. Baik itu secara terbuka maupun secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain. Terkait berbagi kepada sesama di Turki ada tradisi unik ...

Betapa Istighfar Membuat Hidup Tenang

Betapa Istighfar Membuat Hidup Tenang

Religi      

19 Agu 2020 | 503 Agus FZ


Istighfar yang artinya adalah ampunan, memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar dosa-dosa kita diampuni dan ditutupi oleh Allah. Sebagai hambaNYA, kita sebagai manusia yang ...

Bau Amis Ayam Mengganggu? Ini Cara Hilangkannya

Bau Amis Ayam Mengganggu? Ini Cara Hilangkannya

Kuliner      

22 Mei 2020 | 487 Kak Min


Saat lebaran tiba, makanan lezat menjadi sebuah bentuk perayaan bagi kita. Selain daging sapi, biasanya daging ayam juga jadi pilihan hidangan yang disajikan. Pada saat membuat hidangan ...

Ribuan Aparat Kepolisian Kepung Desa Wadas, Gus Ubed: Apa Harus Demikian ke Rakyat?

Ribuan Aparat Kepolisian Kepung Desa Wadas, Gus Ubed: Apa Harus Demikian ke Rakyat?

Nasional      

9 Feb 2022 | 382 Agus FZ


Ketegangan terjadi antara warga dan aparat kepolisian di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Disampaikan Divisi Advokasi Lembaga Bantuan Hukum atau LBH ...