Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Sering Mengantuk dan Mudah Lelah? Hati-Hati Gejala Hipersomnia

admrozi

admrozi

Author

calendar_today Okt 30, 2020
schedule 14:42

Aghil – Tak sedikit orang yang mengalami hipersomnia, yakni salah satu gangguan tidur. Hal ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu juga berdampak bagi kesehatan.

Penderitanya sering merasa lelah, stres, serta mengantuk berlebihan. Menurut Lee Chambers, Psikolog dan Konsultan Kesejahteraan, hipersomnia adalah kondisi di mana seseorang merasa ingin tidur sepanjang hari. 

Penyakit hipersomnia ini terbagi menjadi dua kategori, yakni primer dan sekunder. Pada golongan primer, orang akan sulit untuk mengontrol tidur dan bangun. Sementara golongan sekunder, gangguan yang terjadi hanya kurangnya tidur.

"Ini juga mungkin akibat fungsi tiroid yang rendah atau cedera otak traumatis, dan obat-obatan tertentu dapat memicu hipersomnia pada individu," kata Lee.

Melansir The Sun, berikut beberapa tanda hipersomnia yang perlu Anda waspadai.

1. Lelah Terus

Orang yang mengalami hipersomnia akan sering merasa kelelahan. Ia akan merasa kekurangan energi dan selalu ingin tidur.

Hope Bastine sebagai ahli perusahaan teknologi Simba, mengungkapkan bahwa hipersomnia juga dapat terjadi pada orang yang jarang terkena paparan sinar matahari. Ia juga menambahkan, menghirup udara segar merupakan cara paling baik untuk meningkatkan energi.

2. Mudah Tersinggung

Saat penderita hipersomnia bangun tidur, perasaan mereka akan tak enak dan cenderung kesal sepanjang hari. Untuk mengatasinya, rutinitas tidur dapat meminimalkan gejala hipersomnia. Saat mudah tersinggung, menulislah di buku harian dan tetapkan aturan apa yang boleh dan tak boleh dilakukan sebelum tidur.

3. Kehilangan Nafsu Makan

Hipersomnia juga dapat memicu hilangnya nafsu makan. Oleh karena itu, penderita hipersomnia harus memiliki pola makan yang sehat dan seimbang. Selain itu juga perlu mengurangi alkohol serta konsumsi obat-obatan.

4. Cemas

Saat seseorang kekurangan tidur, biasanya akan merasakan cemas tanpa alasan. Ahli saraf mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena kurang tidur dapat memperkuat tingkat kecemasan antisipatif.

Ketika ini terjadi, amigdala otak dan korteks insular akan hidup, bagian otak akan terhubung dengan emosional. Hasilnya adalah pola meniru aktivitas otak yang juga terlihat pada orang menderita gangguan kecemasan.

5. Kesulitan Mengingat

Saat kekurangan tidur, otak akan kehilangan memori secara signifikan. Bahkan hingga memperburuk kondisi otak. Kurang tidur juga mampu menstimulasi bagian otak secara berlebihan, hal ini biasa disebut plastisitas saraf otak.

Pengobatan hipersomnia biasanya tergantung kondisi penderita. Dokter akam memberi resep obat stimulan yang dapat membantu merasa lebih terjaga.

"Mengubah gaya hidup adalah bagian penting dari hasil jangka panjang, termasuk rutinitas tidur yang konsisten dan jam malam untuk makan besar, olahraga, juga stimulan di malam hari," kata Lee.

Akhirnya, lingkungan tidur yang tenang, gelap, sejuk, dan bebas dari stimulasi adalah tempat yang tepat untuk memulai, serta bereksperimen menemukan keseimbangan optimal diri.

Related Articles