Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Sering Emosi Selama Puasa, Atasi Dengan 6 Cara Ini

admrozi

admrozi

Author

calendar_today Mei 20, 2020
schedule 21:53

Puasa bukan hanya sekedar menahan rasa lapar dan dahaga saja. Puasa juga mengharuskan kita untuk mampu mengendalikan hawa nafsu atau amarah. Biasanya, emosi memuncak saat puasa terjadi karena rasa lapar dan haus yang melanda.

Memang, menahan emosi itu tidak mudah. Bukan hanya dapat mengurangi pahala puasa, emosi yang berlebihan juga berpotensi untuk membatalkan puasa Anda. Bagi sebagian orang, mengendalikan amarah itu menjadi tantangan tersendiri.

Agar emosi terkendali, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Dikutip dari laman liputan6.com, berikut selengkapnya.

1. Arahkan Kemarahan pada Hal yang Produktif

Hal pertama yang Anda dapat lakukan adalah dengan mengarahkan emosi tersebut pada hal yang positif dan produktif. Misalnya saja dengan membersihkan rumah, berolahraga, atau melakukan tugas yang tertunda sebelumnya. Dengan begitu, emosi Anda dapat tersalurkan pada hal yang baik.

Bersabar dan Fokus pada Ibadah

Selanjutnya, Anda juga dapat mengendalikannya dengan bersabar dan fokus pada beribadah. Bersabarlah dan munculkan berbagai hal yang positif yang dapat membantu Anda meredakan marah tersebut.

Yakinkan diri sendiri bahwa sebuah masalah akan segera berlalu dan kamu cukup kuat untuk bisa mengatasinya sendiri. Selain itu, kamu juga harus memahami bahwa rasa marah tersebut tidak akan berlangsung selamanya dan hanya perasaan sementara saja.

Pertimbangkan berbagai hal buruk yang dapat terjadi apabila Anda mengikuti emosi Anda. Setelah merasa tenang, Anda dapat fokus pada ibadah dan hal positif yang tengah Anda kerjakan. Jadikan kesabaran Anda sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Ingat, semua masalah dapat kita ambil hikmahnya.

Perhatikan Sumber Emosi

Kemudian, cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menemukan akar dari emosi Anda yang tak terkendali tersebut. Apakah sumbernya dari faktor internal atau eksternal.

Faktor internal bisa berupa rasa frustasi pada diri, kegagalan pada hal yang sedang dilakukan, dan yang lainnya. Adapun faktor eksternal, dapat disebabkan karena ejekan, penghinaan, ataupun rasa kehilangan. Dengan mengenal sumber masalah tersebut, maka emosi Anda dapat lebih mudah dikendalikan.

Coba untuk Beristirahat Sejenak

Cara selanjutnya adalah dengan mencoba memahami tubuh dan beristirahat sejenak. Jika Anda tengah merasakan amarah dan frustasi, cobalah untuk rehat sejenak. Dengan mencoba rehat, Anda dapat menenangkan diri dan menghindarkan diri dari emosi yang tak terkendali.

Jika kamu telah bisa mengendalikan diri dan mengatur perasaanmu terhadap orang yang membuatmu marah, maka kamu akan cenderung lebih terhindar dari adanya konflik.

Lepaskan Perasaan Dendam

Salah satu alasan amarah meningkat karena adanya rasa kebencian dan dendam pada sesuatu di masa lalu. Untuk mengendalikan emosi tersebut, cobalah untuk menghilangkan rasa benci dan dendam tersebut dari diri Anda.

Lepaskanlah mungkin itu memang yang terbaik untuk Anda. Dengan melepaskan perasaan yang terpendam tersebut, Anda dapat merasa lebih ringan dan mampu mengendalikan emosi Anda dengan lebih baik.

Ambil Napas Dalam-dalam

Terakhir, untuk mengendalikan emosi adalah dengan menarik nafas dalam-dalam. Hal ini dapat membantumu menenangkan diri dan menghindari rasa marah yang berlebihan pada seseorang.

Untuk mendapatkan manfaat dan potensi relaksasi, Anda dapat mengambil nafas dari bagian perut. Cara yang dapat dilakukan adalah letakkan tanganmu pada bagian diafragma (diantara perut dan dada) dan tarik napas dalam-dalam hingga tanganmu ikut bergerak saat perutmu mulai mengembang. Lalu bernapaslah dengan perlahan-lahan.

Pertahankan untuk fokus hingga kamu telah merasa sudah bisa mengendalikan emosi.

Related Articles