Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Kisah Inspiratif Seorang Mualaf Uganda yang Baru Pertama Kali Merasakan Puasa Ramadhan

admrozi

admrozi

Author

calendar_today Mei 18, 2020
schedule 21:55

Seorang pemuda asal Uganda, Ismael Ssentongo memutuskan untuk memeluk islam empat hari sebelum bulan Ramadhan datang. Oleh karena itu, ia merasakan ibadah puasa untuk pertama kalinya pada tahun ini.

Ismael mengaku merasa terberkati dengan dapat beribadah puasa di bulan Ramadhan. Meskipun begitu, ia pun sempat merasakan kesulitan saat menjalani ibadah puasa pada awal bulan Ramadhan. Namun selanjutnya ia mengaku sudah terbiasa.

"Hari pertama puasa sangat sulit, tetapi pada hari kedua, ketiga, saya terbiasa. Saya belajar dan mempraktikan kewajiban seorang Muslim di setiap hari. Aku nggak keberatan mengikuti aturan baru karena hal terbaik yang terjadi pada saya adalah menjadi seorang Muslim," jelas dia dikutip dari Gulf News, Senin (18/5/2020).

"Aku merasa terberkati menjadi seorang Muslim dan itu seperti panggilan dari tuhan saat aku memeluk Islam sebelum Ramadhan berlangsung," sambungnya.

Keputusan Ismael untuk menjadi seorang Muslim dimulai saat ia tengah bekerja ke Dubai. Disana, Ssentongo juga ingin mendapatkan ketenangan jiwa melalui agama. Selama ini, ia sangat ingin mengikuti 'agama yang benar' di mana tidak membutuhkan perantara untuk menyembah atau berkomunikasi dengan tuhan.

Disaat itulah ia mulai mencoba mengenal islam. Ia mulai dengan mengunduh aplikasi Quran dan membacanya. Di surat pertama, Al-Fatihah ia menemukan kalimat 'Segala Puji Bagi Allah' dan 'Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan'.

Setelah mengetahui ayat tersebut, pria yang berusia 23 tahun ini semakin yakin dengan agama islam ini. Setelah sebulan mempertimbangkan, akhirnya ia mengucapkan kalimat syahadat di Departemen Urusan Keagamaan Islam dan Kegiatan Amal Dubai.

"Aku ingin menjadi Muslim, aku juga berpikir untuk menerima Islam. Aku mulai memperdalam tentang itu (Islam). Setelah sebulan memikirkannya, aku akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam," terangnya.

Setelah memeluk agama Islam, Ssentogo mulai menghafal surat-surat dalam Al Quran agar dapat salat dengan khusyuk. Hal itu dilakukan karena ia senang bisa berbicara langsung atau memohon kepada sang Pencipta. Ia pun berharap bisa menjadi mahir di akhir bulan Ramadhan nanti.

"Aku merasa hidupku benar-benar berubah sejak menjadi Islam. Aku tidak lagi ragu bagaimana cara menyembah Penciptaku dan bagaimana untuk memohon kepada-Nya. Saat waktunya salat, aku merasa bahagia karena aku akan berbicara kepada Penciptaku, nggak perlu orang lain lagi (perantara) di antara kita," tutup dia.

Related Articles