Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Bukan Karena Uang, Ini Orang-Orang yang Bangkrut Saat Lebaran Menurut Rasulullah SAW

admrozi

admrozi

Author

calendar_today Mei 23, 2020
schedule 12:16

Lebaran merupakan Hari Raya bagi umat Islam. Hari tersebut merupakan waktu kita untuk bersukacita. Namun, ternyata Rasulullah SAW pernah membuat peringatan mengenai orang-orang yang bangkrut saat Lebaran. Dikutip dari laman resmi NU, berikut kisahnya.

Suatu ketika dikisahkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya.

Tahukah kalian siapa yang disebut orang yang bangkrut?

Kemudian para sahabat menjawab:

Jika di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak memiliki uang dan barang, ya Rasulullah.

Setelah para sahabat menjawab seperti itu, kemudian Rasulullah berkata:

“Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat.

Namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini.

Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi.

Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.”

(Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). 

Dari pernyataan tersebut, terdapat pesan akan pentingnya bagi kita untuk menjaga hubungan baik dengan sesama.

Seringkali kita menyaksikan orang yang mengaku umat Nabi Muhammad SAW dengan mengerjakan banyak amal ibadah dengan baik untuk keselamatan dan kebahagiaannya di akhirat kelak. Namun, orang itu memandang sebelah mata kepada orang lain yang dinilainya tidak setekun dia dalam beribadah. Na'udzubillahi min dzalik.

Semoga kita dapat menjadi seseorang yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, namun kita juga dapat bermanfaat untuk sesama.  Semoga hal ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua. Amiin.

Related Articles