Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Bahaya Gadget Bagi si Kecil

admrozi

admrozi

Author

calendar_today Jun 08, 2020
schedule 14:01

Menurut Prof of Paediatrics di Bangkok, dr. Rawat Sichangsirikarn menyebutkan bahwa handphone sudah menjadi bagian dalam kehidupan harian kita. Adanya gadget, informasi jadi mudah di dapat, selain itu mempermudah dalam berkomunikasi jarak jauh dengan teman atau sanak saudara. Tapi, tahukah kamu bahwa gadget juga memiliki efek samping yang sangat berbahaya ? Bahkan bisa dirasakan oleh semua kalangan usia, jika pemakaiannya disalahgunakan.

Di tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai bahaya gadget atau gawai pada anak, Simak ya!

Di era digital begini, anak – anak sudah diharuskan sekolahnya untuk mengikui mata pelajaran yang berhubungan langsung dengan gadget, tapi hal ini banyak orang tua yang juga kecolongan melihat kelihaian sang anak dalam memainkan gawai di luar jam yang sudah di tentukan. Tidak semua berdampak positif dan tidak semua berdampak negatif, kita bahas satu – satu ya, dampak positif dalam pemakaian gadget untuk anak adalah anak jadi lebih kreatif dan bisa mengeksplore dunia digital moms, lalu apa dampak negatifnya ?

Dampak negatif seorang anak dalam memainkan gadget, seperti yang disampaikan oleh Susan Greenfield di dalam bukunya Mind Change,  teknologi dapat mengubah cara kerja otak seorang anak, akibatnya anak – anak yang sudah memakai gadget dengan kepentingan bersosial media, games, akan mudah depresi, selain itu juga akan mempengaruhi perilaku sang anak, contohnya seorang anak yang sering bermain game akan memiliki perasaan tidak puas terhadap sesuatu.

Ada sebuah pembahasan yang di lakukan UCLA bahwa anak – anak yang meninggalkan gadgetnya dalam satu pekan, mereka akan memiliki kemampuan non – verbal lebih baik di bandingkan dengan anak – anak yang menggunakan gadget. Waduh moms, ini jadi pr kita semua sebagai orang tua, pr nya besar tapi pasti ada solusinya. Berikut tips dalam mengatasi kecanduan gadget pada anak :

Batasi penggunaannya

Untuk anak – anak di bawah 2 tahun jangan di biarkan main gadget sendirian harus dalam pengawasan orang tua, perbanyak permainan yang melatih motorik dan sensoriknya ya moms
Untuk anak usia 2 s/d 4 tahun, maksimal kurang dari 1 jam dalam sehari
Dan untuk anak 5 tahun ke atas, jangan lebih dari 2 jam dalam sehari terkecuali ada kebutuhan mata pelajaran yang mengharuskan anak memakai gadget

Buatkan jadwal

Pentingnya jadwal dalam pemakaian gadget pada anak akan sangat membantu loh moms, selain terkendali, anak juga akan belajar ilmu disiplin dalam aturan yang sudah di sepakati sebelumnya

Tetapkan wilayah teritorial

Maksudnya disini adalah, buat peraturan pada tempat – tempat yang tidak di perbolehkan bermain gadget, contonya, kamar, saat di kendaraan, di ruang makan.

Batasi dalam pemakaiannya

Di ruang kelurga, kamu bisa jadikan tempat bermain dan berkumpul, sebagai tempat bermain gadget pada waktu yang sudah ditentukan jadi anak pun masih tetap dalam pengawasan.

Terapkan reward dan punishment

Orang tua sangat berperan penting dalam masa pertumbuhan sang anak, jangan sampai di rusak atau terhalang oleh sebuah gawai yang terus menempel. Adanya aturan yang di buat oleh orang tua, harus juga bisa menjadi contoh untuk anak – anaknya, setelah semua diterapkan berikan reward (penghargaan) untuk anak karena sudah mau mengikuti aturan yang telah di buat. Lalu, bagaiamana dengan anak yang melanggar ? berikan juga punishment, hukuman yang membuat si anak mengerti ya moms, ingat! Pelan – pelan karena semua butuh proses, proses juga harus di iringi dengan kasih sayang dan kelembutan, alih – alih si kecil malah jadi takut.

Semoga tips – tips ini bermanfaat ya untuk kita semua para orang tua dan calon orang tua, untuk para penerus kehidupan di masa depan yang sholeh, sholehah arif dan bijaksana. Salam literasi

Related Articles