Keutamaan Menyegerakan Waktu Berbuka Puasa
admrozi
Author
Waktu berbuka menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Waktu berbuka yang ditandai dengan terbenamnya matahari dan adzan maghrib ini menjadi penutup puasa kita pada hari tersebut.
Pada waktu berbuka, terdapat anjuran untuk menyegerakannya. Maksudnya, berbukalah saat adzan maghrib mulai berkumandang. Tak perlu menunggu adzan untuk selesai atau shalat maghrib terlebih dahulu.
Menyegerakan untuk berbuka ini tercantum dalah salah satu hadist dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda:
وَعَنْ سَهْل٠بْن٠سَعْد٠رَضÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْه٠، Ø£ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ رَسÙولَ اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ÙŠÙŽØ²ÙŽØ§Ù„Ù Ø§Ù„Ù†ÙŽÙ‘Ø§Ø³Ù Ø¨ÙØ®ÙŽÙŠÙ’ر٠مَا عَجَّلÙوا() الْÙÙØ·Ù’رَ ( Ù…ÙØªÙŽÙ‘ÙÙŽÙ‚ÙŒ عَلَيْهÙ
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).
Saat berbuka puasa, Rasulullah SAW biasanya mengkonsumsi ruthob atau kurma basah. Kemudian beliau lanjutkan menunaikan sholat maghrib.
Jika tidak ada ruthob, beliau berbuka dengan tamer atau kurma kering. Dan jika tidak ada tamer, beliau berbuka dengan seteguk air.
Selain berdasarkan hadits diatas, Imam An Nawawi juga mengungkapkan dalam kitab Riyadush Shalihin bahwa jika ingin mendapat cinta dan ridha dari Allah SWT, maka kita harus menyegerakan berbuka puasa sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
ÙˆÙŽÙ„ÙلتÙÙ‘Ø±Ù’Ù…ÙØ°ÙÙŠÙÙ‘ Ù…Ùنْ ØÙŽØ¯Ùيث٠أَبÙÙŠ Ù‡ÙØ±ÙŽÙŠÙ’رَةَ رَضÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْه٠عَنْ النَّبÙÙŠÙÙ‘ صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ اللَّه٠عَزَّ وَجَلَّ : Ø£ÙŽØÙŽØ¨ÙÙ‘ Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙÙŠ إلَيَّ أَعْجَلÙÙ‡Ùمْ ÙÙØ·Ù’رًا
Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Hamba yang paling dicintai di sisi-Ku adalah yang menyegerakan waktu berbuka puasa.”
Berdasarkan dalil diatas, maka menyegerakan berbuka puasa akan mendapatkan sebuah kebaikan. Salah satu bentuk kebaikannya adalah membedakan cara beribadah orang-orang kafir.
Nabi Muhamma SAW bersabda, "…. Karena orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkan berbuka hingga bermunculan bintang-bintang," (Riwayat Abu Daud).
Juga seperti yang dikatakan oleh para ulama. Syaikh al-Bassam berkata, "kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan berupa mengikuti sunnah dan tidak diragukan lagi, mengikuti sunnah adalah sebab meraih kebaikan dunia dan akhirat," (Taudhihul Ahkam, 3/520).
Itulah mengapa kita disarankan untuk menyegerakan berbuka puasa saat adzan mulai berkumandang. Semoga bermanfaat.
