Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.   •   Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Tips Sehat, Meski Makan Makanan Tinggi Lemak Saat Lebaran

admrozi

admrozi

Author

calendar_today Mei 23, 2020
schedule 16:50

Makanan yang dihidangkan pada Lebaran identik dengan 3 komponen utama, yakni gula, garam, dan lemak. Meskipun ketiga komponen tersebut meningkatkan selera makan Anda, namun perlu Anda perhatikan pula kesehatan Anda. Ragam sayuran dan buah dapat menetralisir hal tersebut.

Nutrition & Wellness Consultant Nutrifood M. Aldis Ruslialdi mengatakan bahwa meskipun masa pandemi Covid-19, pola asupan pada saat Lebaran tidak berubah. Praktik keseimbangan antara karbohidrat, sayur, dan protein menjadi susah untuk dijalankan.

Karena hal ini tidak dapat diubah, maka Anda hanya perlu mengendalikan dan mengurangi masalah ini. Anda dapat lakukan trik ini.

"Sebagai contoh, makan opor jangan pakai tambah banyak kuah, pilih bagian dada ayam dagingnya, begitu juga dengan rendang dimakan dagingnya saja," ucap Aldhis dalam Zoom Media Virtual bersama Nutrifood, (22/5/2020).

Selain untuk makanan berat, trik ini juga dapat dilakukan pada kue nastar atau lainnya. Menurut Aldis, dengan Anda memakan nastar 4 butir dalam sehari, maka kalorinya hampir 200. Bagaimana jika satu toples dihabiskan sendiri?

"Sebisa mungkin konsumsi yang dianjurkan cukup satu saja, dan itu pun juga ada stok buah untuk mengimbangi kalori kue kering," ucap Aldis.

Menurut Aldis, kuantitas dan panduan gizi seimbang perlu diperhatikan pada saat Lebaran. Hal ini termasuk dengan mengendalikan kadar gula, garam dan lemak. 

Belum lagi ketupat atau lontong lebaran yang kerap ada di meja makan. Menurut Aldis, lontong dan ketupat masuk dalam kategori karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi.

"Sebagai alternatif Anda bisa mengganti dari biasanya beras putih jadi beras merah. jadi bukan tekstur yang jadi jaminan kalau tekstur keras lebih sehat. Sebab bahannya sama-sama dari karbohidrat. Kalau tidak bisa ganti beras merah, kembali ke porsi, merujuk isi piringku dianjurkan 2/3 porsi," saran Aldis.

Related Articles

Kesehatan

Mulai Kembali Beraktivitas Di Luar Rumah, Ini 5 Tips Agar Anda Tetap Aman dari Virus Corona

Read more arrow_forward