Sahabat Shalih, Investasi Akhirat yang Perlu Kita Miliki
admrozi
Author
Berlomba-lomba dalam kebaikan memang harus kita lakukan. Hal ini dalam rangka mempersiapkan bekal kita di akhirat kelak. Namun selain hal tersebut, sahabat yang shalih juga perlu kita miliki di dunia ini. Mereka bisa menjadi sebuah investasi akhirat, karena dapat membawa kita menuju jalan kebaikan.
Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW memberikan perumpaan mengenai teman yang baik dan buruk. Berikut haditsnya:
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi.
Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya.
Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).
Seberapa pentingkah memiliki sahabat shalih?
Sahabat shalih itu hal yang penting dan wajib kita miliki. Hal ini karena siapa tahu, mereka menjadi jalan diberikannya kita syafa'at nanti di akhirat.
"Demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Dikisahkan dalam cerita tersebut, para mukmininlah yang mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka. Ada yang sudah dibakar hingga betisnya, ada pula yang sudah dibakar hingga lututnya.
Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”
Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”
Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim).
Sementara itu, teman yang dzalim takkan memberikan kebaikan bagi umat manusia. Baik itu di dunia maupun nanti di akhirat. Mereka pun takkan menemukan seseorang yang mampu memberikan pertolongan pada mereka.
Hal ini tertera pada Al-Quran:
“Orang-orang yang zhalim tidak memiliki teman setia seorangpun dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya”. (QS. Ghafir: 18).
Di akhir Ramadhan ini dapat menjadi saat bagi kita untuk berintrospeksi diri. Sudah berapa banyak sahabat shalih yang kita miliki hingga saat ini? Apakah kita dapat menjadi sahabat yang shalih bagi yang lain?
Yuk sama-sama perbaiki diri dan berkumpul dengan orang-orang shalih. Semoga bermanfaat.
