RajaKomen

Presiden Tiga Periode Lebih Banyak Mudaratnya

14 Sep 2021  |  397x | Ditulis oleh : Agus FZ
Presiden Tiga Periode Lebih Banyak Mudaratnya

Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet menilai penambahan masa jabatan presiden Indonesia menjadi tiga periode lebih banyak mudarat atau kerugiannya ketimbang manfaatnya.

Pihaknya pun mendorong amendemen UUD 1945 untuk kepentingan Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN).

Hal itu ia sampaikan merespons isu penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode di tengah pembahasan rencana amendemen UUD 1945.

“Kalau lihat judulnya presiden tiga periode, antara manfaat dan mudarat, saya jawab lebih banyak manfaat atau mudaratnya? Lebih banyak mudaratnya,” kata Bamsoet dalam webinar yang digelar LHKP PP Muhammadiyah, Senin (13/9).

Ia pun mengaku heran wacana penambahan masa jabatan presiden selama tiga periode berembus sangat kencang belakangan ini.

Menurutnya, tak pernah ada pembahasan tentang penambahan masa jabatan presiden selama dirinya memimpin MPR.

“Pilihan dua periode sudah tepat. Tapi apakah amendemen perlu? Perlu. Tapi tak diarahkan ke penambahan masa jabatan,” kata dia.

Bamsoet lantas menceritakan bahwa pimpinan Badan Pengkajian MPR telah melaporkan hasil kajiannya pada 17 Januari 2021.

Salah satunya merekomendasikan bentuk hukum Pokok-pokok Haluan Negara atau PPHN.

PPHN itu, kata dia, bisa dimasukkan melalui tiga alternatif. Yakni pertama melalui Ketetapan (TAP) MPR. Kedua, masuk di pasal-pasal dalam UUD 1945. Terakhir, cukup lewat Undang-undang.

“Yang ideal melalui TAP MPR. Kalau melalui TAP MPR, mau enggak mau kita lakukan amendemen. Menambah 1 ayat di pasal 3 yakni memberikan kewenangan MPR untuk menetapkan PPHN,” kata dia.

Melihat hal itu, Bamsoet menegaskan pembahasan amendemen UUD 1945 selama ini tak terkait dengan penambahan periodesasi.

Ia pun memahami banyak kekhawatiran banyak kalangan bila amendemen UUD 1945 justru berkembang lebih lanjut untuk mengubah substansi lainnya.

“Saya nilai bangsa ini perlu arah, perlu bintang pengarah agar kita tak selalu ganti pemimpin ganti haluan. Sehingga kita enggak pernah maju-maju seperti poco-poco,” kata Bamsoet.(dbs)

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Es Susu Kurma, Minuman Segar untuk Berbuka Puasa

Es Susu Kurma, Minuman Segar untuk Berbuka Puasa

Kuliner      

18 Mei 2020 | 495 Kak Min


Untuk melepas dahaga setelah berpuasa, salah satu minuman yang terkenal adalah es susu kurma. Dengan rasa manis alami dari kurma yang berpadu dengan susu dingin tentu menyegarkan. Selain ...

Jangan Sepelekan Tangan Kebas Akibatnya Aktivitas Jadi Terganggu

Jangan Sepelekan Tangan Kebas Akibatnya Aktivitas Jadi Terganggu

Kesehatan      

7 Mei 2021 | 448 Agus FZ


Tangan Merupakan salah satu alat penggerak pada tubuh manusia saat kita beraktivitas, kalau salah satu tangan kita merasa sakit tentu saja kita tidak dapat bekerja dengan baik karena setiap ...

Artis Sensasional di Indonesia Yang Menjadi Trending Topik

Artis Sensasional di Indonesia Yang Menjadi Trending Topik

Nasional      

22 Mei 2020 | 567 Agus FZ


Saat ini, banyak artis Indonesia yang berusaha untuk mencari penghidupan baru dengan cara apapun. Semakin banyak rela naik figur menjadi artis sensasional di Indonesia. Saat berbicara bisa ...

Hanya Jaman Jokowi, KPK bisa Takluk

Hanya Jaman Jokowi, KPK bisa Takluk

     

3 Jun 2021 | 310 Agus FZ


Sejak banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh PDI Perjuangan, sepertinya menjadi acuan pemerintah untuk mengkerdilkan KPK, agar KPK tidak bisa seenaknya mencari koruptor. Apalagi ...

Hubungan Antara Era Globalisasi dan Jasa Penerjemah Tersumpah

Hubungan Antara Era Globalisasi dan Jasa Penerjemah Tersumpah

Nasional      

5 Jun 2020 | 672 Agus FZ


Diera globalisasi dan perdagangan bebas ditambah lagi dengan pesatnya kemajuan internet sekarang ini, menyebabkan kerjasama antar negara semakin mudah dan gampang. Seperti contoh bila kita ...

Penanganan Covid-19 Di Indonesia Memang Sudah Salah Dari Awal, DKI Jakarta Kembali PSBB

Penanganan Covid-19 Di Indonesia Memang Sudah Salah Dari Awal, DKI Jakarta Kembali PSBB

Nasional      

15 Sep 2020 | 501 Kak Min


Kembali, DKI Jakarta akan berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat selama dua pekan. Keputusan ini sangat berbeda sekali dengan rencana pemerintah pusat yang lebih ...