RajaKomen

Pendapat Dari Pengamat Terkait Pembubaran PDIP Akibat Korupsi Bansos Covid-19

22 Jan 2021  |  325x | Ditulis oleh : Kak Min
Pendapat Dari Pengamat Terkait Pembubaran PDIP Akibat Korupsi Bansos Covid-19

Seorang pakar hukum dari Universitas Al-Azhar angkat bicara soal adanya desakan sejumlah pihak agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dibubarkan.

Karena seringnya kader dari PDIP yang terlibat kasus korupsi, maka akan banyak pihak yang menyarankan agar partai satu ini dibubarkan saja. Baru-baru ini bahkan ada dua orang kadernya yang diduga terlibat dalam pengadaan barang dan jasa bansos covid-19.

“Pembubaran parpol karena putusan MK karena parpol melakukan kegiatan yang bertentangan dengan UUD 1945 dan peraturan UU,” kata Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, dilansir jabarnews (20/1/2021).

Suparji menjelaskan, pembubaran partai itu syarat wajibnya karena adanya kegiatan ataupun paham yang dilakukan oleh partai yang dinilai membahayakan kepada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Suparji mengaitkan dengan desakan agar KPK membubarkan PDIP jika nantinya terbukti melakukan tindakan korupsi bantuan sosial Covid-19 secara terstruktur.

Dalam Pasal 20 ayat 2 UU Tindak Pidana Korupsi, dijelaskan bahwa jeratan korupsi korporasi dapat dilakukan jika ada bukti partai digunakan sebagai tempat penampungan hasil kejahatan.

“Korporasi dapat dijerat, jika ada perbuatan pidana yang dilakukan. jika membiarkan adanya tindak pidana dalam korporasi. Jika korporasi digunakan sebagai tempat penampungan hasil kejahatan dan jika tidak melakukan pencegahan atas terjadinya tindak pidana,” jelas Suparji.

Diketahui, Menteri yang merupakan kader PDIP, Juliari Batubara baru-baru ini terjerat tindak pidana korupsi bantuan sosial Covid-19. Juliari ditangkap KPK bersama pejabat pembuat komitmen di Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian IM dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta. Dalam susunan partai sendiri, Juliari diketahui sebagai Wakil Bendahara Umum PDIP.

Akhir-akhir ini, cover Koran Tempo berjudul ‘Tiga Penguasa Bansos’ juga menjadi perbincangan publik. Dalam edisi itu disebutkan dua politikus PDIP Herman Hery dan Ihsan Yunus, diduga menguasai proyek pengadaan bansos 2020 di Kemensos.

Perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan keduanya diduga mendapat jatah hingga Rp 3,4 triliun, separuh dari anggaran bantuan untuk wilayah Jabodetabek. Tim KPK pun diduga menggeledah kantor sejumlah perusahaan itu sepanjang pekan lalu.

Sungguh memilukan partai pengusung presiden saat ini ternyata malah menjadi sarang para koruptor, yang sangat berbeda jauh dengan pernyataan presiden Jokowi yang ingin pemerintahannya bersih dari tindak pidana korupsi.

Berita Terkait
Baca Juga:
Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Tips      

1 Okt 2020 | 273 Agus FZ


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Rutin Minum Air Rebusan Ini Maka Tubuh Bebas Kolesterol Seumur Hidup

Rutin Minum Air Rebusan Ini Maka Tubuh Bebas Kolesterol Seumur Hidup

Kesehatan      

11 Nov 2021 | 146 Agus FZ


Pada kesempatan kali ini, ada informasi menarik mengenai manfaat rutin minum air rebusan rempah ini. Rempah yang dimaksud adalah jahe. Jahe merupakan tanaman ...

Kecewa Karena Diselingkuhi, Wanita Ini Kirim 1 Ton Bawang Merah Ke Rumah Mantannya

Kecewa Karena Diselingkuhi, Wanita Ini Kirim 1 Ton Bawang Merah Ke Rumah Mantannya

Mancanegara      

20 Mei 2020 | 831 Kak Min


Suka dan duka pasti ada pada kehidupan asmara kita. Apalagi, hubungan tersebut sudah dijalani dengan waktu yang lama. Namun, terkadang hubungan asmara tak selalu dapat ...

Tak Hanya Untuk Obat Ginjal, Berikut Ini Khasiat Daun Sukun, Dapat Juga untuk Diabetes

Tak Hanya Untuk Obat Ginjal, Berikut Ini Khasiat Daun Sukun, Dapat Juga untuk Diabetes

Kesehatan      

23 Agu 2021 | 190 Agus FZ


Indonesia dianugerahi banyak tumbuhan dan tanaman yang memiliki kandungan dan bisa diolah menjadi obat tradisional. Salah satunya adalah sukun. Pohon sukun tak hanya menghasilkan buahnya ...

Mencari Jasa Arsitek untuk Rumah Klasik? Ya Emporio Architect Aja

Mencari Jasa Arsitek untuk Rumah Klasik? Ya Emporio Architect Aja

Tips      

13 Apr 2021 | 341 Agus FZ


Desain rumah ekslusif bergaya klasik sekarang ini sedang banyak diminati oleh masyarakat saat ini, rumah klasik dengan gaya arsitektur memang tidak pernah ketinggalan zaman. Karena desain ...

Cara Menguatkan Sinyal 4G Manual Tanpa Aplikasi

Cara Menguatkan Sinyal 4G Manual Tanpa Aplikasi

Tips      

30 Mei 2020 | 464 Agus FZ


Diera milenial seperti saat ini, internet merupakan suatu kebutuhan bagi sebagian masyarakat, karena saat ini berbisnis, cari teman, hiburan, bahkan pendidikan sudah sangat membutuhkan yang ...