Al Masoem

Pendapat Dari Pengamat Terkait Pembubaran PDIP Akibat Korupsi Bansos Covid-19

22 Jan 2021  |  710x | Ditulis oleh : Kak Min
Pendapat Dari Pengamat Terkait Pembubaran PDIP Akibat Korupsi Bansos Covid-19

Seorang pakar hukum dari Universitas Al-Azhar angkat bicara soal adanya desakan sejumlah pihak agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dibubarkan.

Karena seringnya kader dari PDIP yang terlibat kasus korupsi, maka akan banyak pihak yang menyarankan agar partai satu ini dibubarkan saja. Baru-baru ini bahkan ada dua orang kadernya yang diduga terlibat dalam pengadaan barang dan jasa bansos covid-19.

“Pembubaran parpol karena putusan MK karena parpol melakukan kegiatan yang bertentangan dengan UUD 1945 dan peraturan UU,” kata Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, dilansir jabarnews (20/1/2021).

Suparji menjelaskan, pembubaran partai itu syarat wajibnya karena adanya kegiatan ataupun paham yang dilakukan oleh partai yang dinilai membahayakan kepada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Suparji mengaitkan dengan desakan agar KPK membubarkan PDIP jika nantinya terbukti melakukan tindakan korupsi bantuan sosial Covid-19 secara terstruktur.

Dalam Pasal 20 ayat 2 UU Tindak Pidana Korupsi, dijelaskan bahwa jeratan korupsi korporasi dapat dilakukan jika ada bukti partai digunakan sebagai tempat penampungan hasil kejahatan.

“Korporasi dapat dijerat, jika ada perbuatan pidana yang dilakukan. jika membiarkan adanya tindak pidana dalam korporasi. Jika korporasi digunakan sebagai tempat penampungan hasil kejahatan dan jika tidak melakukan pencegahan atas terjadinya tindak pidana,” jelas Suparji.

Diketahui, Menteri yang merupakan kader PDIP, Juliari Batubara baru-baru ini terjerat tindak pidana korupsi bantuan sosial Covid-19. Juliari ditangkap KPK bersama pejabat pembuat komitmen di Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian IM dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta. Dalam susunan partai sendiri, Juliari diketahui sebagai Wakil Bendahara Umum PDIP.

Akhir-akhir ini, cover Koran Tempo berjudul ‘Tiga Penguasa Bansos’ juga menjadi perbincangan publik. Dalam edisi itu disebutkan dua politikus PDIP Herman Hery dan Ihsan Yunus, diduga menguasai proyek pengadaan bansos 2020 di Kemensos.

Perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan keduanya diduga mendapat jatah hingga Rp 3,4 triliun, separuh dari anggaran bantuan untuk wilayah Jabodetabek. Tim KPK pun diduga menggeledah kantor sejumlah perusahaan itu sepanjang pekan lalu.

Sungguh memilukan partai pengusung presiden saat ini ternyata malah menjadi sarang para koruptor, yang sangat berbeda jauh dengan pernyataan presiden Jokowi yang ingin pemerintahannya bersih dari tindak pidana korupsi.

Berita Terkait
Baca Juga:
Upaya Pemerintah dalam Menjaga Ketahanan Pangan dan Apa yang Bisa Kita Lakukan

Upaya Pemerintah dalam Menjaga Ketahanan Pangan dan Apa yang Bisa Kita Lakukan

Nasional      

27 Mei 2020 | 689 Agus FZ


Pandemi membuat banyak sektor mengalami penurunan produksi, salah satunya pangan. Pangan menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan pangan selalu ...

Jual Beli Mobil Bekas Berkualitas di mobil88, Avanza Bekas Mulai 100 Jutaan!

Jual Beli Mobil Bekas Berkualitas di mobil88, Avanza Bekas Mulai 100 Jutaan!

Nasional      

13 Nov 2022 | 270 Agus FZ


Di mobil88, Anda bisa melakukan jual beli mobil bekas untuk berbagai tipe mobil bekas dengan harga beragam. Kira-kira, berapa ya harga Avanza bekas di mobil88? Temukan di sini. Toyota ...

Breaking News! Pemerintah Tiongkok “Lockdown” Beijing

Breaking News! Pemerintah Tiongkok “Lockdown” Beijing

Mancanegara      

27 Okt 2021 | 618 Agus FZ


Tiongkok pada Selasa (26/10) menerapkan penguncian (lockdown) di Beijing dalam upaya untuk mengakhiri lonjakan virus korona di kota yang memiliki populasi sebanyak 4 juta jiwa ...

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Nasional      

2 Jun 2021 | 648 Agus FZ


Dari hasil pengamatan dari banyak aduan masyarakat terhadap ke tiga orang: Permadi Arya, Edi Kuntadhi, dan Ade Armando, Polri selalu membebaskan tanpa ada tindak lanjut, walaupun mereka ...

Membangun Masa Depan Unggul: Pengembangan Skill Generasi Milenial di Kampus

Membangun Masa Depan Unggul: Pengembangan Skill Generasi Milenial di Kampus

Pendidikan      

5 Des 2023 | 69 Agus FZ


Generasi milenial, yang kini menjadi tulang punggung populasi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, membawa perubahan signifikan dalam pendekatan mereka terhadap pendidikan dan karir. Di ...

Tak Hanya Untuk Obat Ginjal, Berikut Ini Khasiat Daun Sukun, Dapat Juga untuk Diabetes

Tak Hanya Untuk Obat Ginjal, Berikut Ini Khasiat Daun Sukun, Dapat Juga untuk Diabetes

Kesehatan      

23 Agu 2021 | 566 Agus FZ


Indonesia dianugerahi banyak tumbuhan dan tanaman yang memiliki kandungan dan bisa diolah menjadi obat tradisional. Salah satunya adalah sukun. Pohon sukun tak hanya menghasilkan buahnya ...