rajabacklink

Dugaan Korupsi LPEI Triliunan Rupiah

29 Sep 2021  |  119x | Ditulis oleh : Agus FZ
Dugaan Korupsi LPEI Triliunan Rupiah

Kejaksaan Agung (Kejakgung) mulai berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung angka pasti kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Supardi mengatakan, perkiraan sementara kerugian negara dalam kasus pemberian fasilitas kredit ke perusahaan-perusahaan ekspor tersebut mencapai triliunan rupiah.

“Dalam pekan ini, kita terus berkoordinasi dengan BPK untuk penghitungan (kerugian negara) kasus LPEI ini,” ujar Supardi saat ditemui di gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejakgung, Jakarta, Selasa (28/9).

Meski begitu, Supardi masih menutup rapat angka pasti kerugian negara versi penyidikannya. Namun, kata dia, satuan rupiah kerugian negara dalam kasus tersebut, ditaksir di angka triliunan.

“Saya belum mau kasih angka (kerugian negara). Tapi itu saya harap triliunan,” terang Supardi.

Dugaan kerugian negara triliunan rupiah dalam kasus LPEI tersebut sebetulnya sudah pernah diungkapkan oleh Febrie Adriansyah, pejabat lama Direktur Penyidikan Jampidsus yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Febrie pernah mengungkapkan, dalam penghitungan penyidikan, diduga kasus tersebut merugikan negara Rp 4,7 triliun.

Sementara dalam penyidikan kasus tersebut, Jampidsus masih belum menemukan tersangka. Proses penyidikan masih terus berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi. Sejak kasus tersebut naik ke penyidikan pada Juni 2021, lebih dari 60-an saksi sudah diperiksa. Kebanyakan yang diperiksa para pejabat dan mantan petinggi LPEI.

Pada Selasa (28/9), penyidikan terkait kasus tersebut kembali memeriksa tiga pejabat dan mantan petinggi LPEI. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Leonard Ebenezer Simanjuntak mengatakan, tiga yang diperiksa tersebut adalah DWKW, AI, dan FS.

“Ketiga saksi tersebut, diperiksa terkait pemberian fasilitas kredit kepada para debitur (penerima kredit) LPEI,” terang Ebenezer dalam rilis resmi yang diterima wartawan.

Tiga inisial tersebut, sebetulnya tak ada dalam jadwal pemeriksaan di layar monitor terperiksa di gedung Pidsus, Kejakgung. Sebab mengacu daftar para terperiksa, Selasa (28/9), penyidik di Jampidsus hanya menjadwalkan dua nama yang dimintai keterangan terkait kasus LPEI. Dua nama tersebut yakni Oei Tjhin Hiap dan Stefanus selaku pemilik dan karyawan di PT Rudo Indo Valaz.

Namun, dalam jadwal pemeriksaan sebelumnya, inisial DWKW mengacu pada nama Dendy Wahyu Kusuma Wardhana, yang diperiksa selaku Kepala Divisi Kepatuhan LPEI. Nama tersebut sudah pernah diperiksa lebih dari dua kali di Jampidsus. Sedangkan AI adalah Agus Imansyah, yang diperiksa selaku Komite Pembiayaan I, Unit Pemutusan LPEI. Nama tersebut pun sudah lebih dari tiga kali diperiksa.

Adapun FS, inisial tersebut sudah lebih dari dua kali diperiksa. Namun tak diketahui nama lengkapnya. Akan tetapi, mengacu pada rilis dari Kapuspenkum, FS diperiksa selaku Kepala Divisi Pembiayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) 2015-2018 LPEI.

“Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan perkara tindak pidana korupsi yang terjadi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI,” kata Ebenezer.(dbs)

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Waduh! Mahasiswa UGM Beri Jokowi Gelar Juara Ketidaksesuaian Antara Omongan dengan Kenyataan

Waduh! Mahasiswa UGM Beri Jokowi Gelar Juara Ketidaksesuaian Antara Omongan dengan Kenyataan

Nasional      

29 Jun 2021 | 206 Agus FZ


Mahasiswa di Tanah Air agaknya telah mulai tergerak setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memberi julukan The King of Lip Service kepada Presiden Jokowi, dan ...

Gabung Di Rajakomen Yuk Pastinya Rating Gmaps Jadi Bintang Deh

Gabung Di Rajakomen Yuk Pastinya Rating Gmaps Jadi Bintang Deh

Tips      

26 Jul 2021 | 131 Agus FZ


Halo sobat buka ilmu, jadi pada kali ini buka ilmu bakal berbagi sebuah trik atau cara mendapatkan ulasan di GMaps Review dengan melalui jasa review google maps. Sebelum ...

Ini Dia Cara Mencuci Masker Kain Agar Higienis dan Aman dari Virus

Ini Dia Cara Mencuci Masker Kain Agar Higienis dan Aman dari Virus

Kesehatan      

22 Mei 2020 | 309 Kak Min


Selama masa pandemi virus Corona (Covid-19), masker menjadi sebuah perlengkapan wajib saat keluar rumah. Hal ini untuk meminimalkan risiko penyebaran virus corona ini. Dengan kelangkaan ...

Belum Banyak Orang yang Tahu, Ini Manfaat Shalat Tarawih untuk Kesehatan

Belum Banyak Orang yang Tahu, Ini Manfaat Shalat Tarawih untuk Kesehatan

Kesehatan      

20 Mei 2020 | 304 Kak Min


Pada bulan Ramadhan terdapat shalat sunnah yang tak kita temukan di bulan-bulan lainnya. Shalat tersebut adalah Shalat Tarawih. Selain mendapatkan kebaikan dan pahala dari Allah SWT, ...

Arti Keluarga Buatku Keluarga adalah Segalanya

Arti Keluarga Buatku Keluarga adalah Segalanya

Nasional      

9 Apr 2020 | 814 Agus FZ


Arti Keluarga Buatku Keluarga adalah Segalanya – Keluarga adalah hidupku, keluarga adalah permata yang sangat berharga untuk hidupku, dalam keluarga kita bisa menumpahkan semua kasih ...

Penanganan Covid-19 Di Indonesia Memang Sudah Salah Dari Awal, DKI Jakarta Kembali PSBB

Penanganan Covid-19 Di Indonesia Memang Sudah Salah Dari Awal, DKI Jakarta Kembali PSBB

Nasional      

15 Sep 2020 | 318 Kak Min


Kembali, DKI Jakarta akan berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat selama dua pekan. Keputusan ini sangat berbeda sekali dengan rencana pemerintah pusat yang lebih ...