RajaKomen

Dugaan Korupsi LPEI Triliunan Rupiah

29 Sep 2021  |  297x | Ditulis oleh : Agus FZ
Dugaan Korupsi LPEI Triliunan Rupiah

Kejaksaan Agung (Kejakgung) mulai berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung angka pasti kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Supardi mengatakan, perkiraan sementara kerugian negara dalam kasus pemberian fasilitas kredit ke perusahaan-perusahaan ekspor tersebut mencapai triliunan rupiah.

“Dalam pekan ini, kita terus berkoordinasi dengan BPK untuk penghitungan (kerugian negara) kasus LPEI ini,” ujar Supardi saat ditemui di gedung Pidana Khusus (Pidsus) Kejakgung, Jakarta, Selasa (28/9).

Meski begitu, Supardi masih menutup rapat angka pasti kerugian negara versi penyidikannya. Namun, kata dia, satuan rupiah kerugian negara dalam kasus tersebut, ditaksir di angka triliunan.

“Saya belum mau kasih angka (kerugian negara). Tapi itu saya harap triliunan,” terang Supardi.

Dugaan kerugian negara triliunan rupiah dalam kasus LPEI tersebut sebetulnya sudah pernah diungkapkan oleh Febrie Adriansyah, pejabat lama Direktur Penyidikan Jampidsus yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Febrie pernah mengungkapkan, dalam penghitungan penyidikan, diduga kasus tersebut merugikan negara Rp 4,7 triliun.

Sementara dalam penyidikan kasus tersebut, Jampidsus masih belum menemukan tersangka. Proses penyidikan masih terus berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi. Sejak kasus tersebut naik ke penyidikan pada Juni 2021, lebih dari 60-an saksi sudah diperiksa. Kebanyakan yang diperiksa para pejabat dan mantan petinggi LPEI.

Pada Selasa (28/9), penyidikan terkait kasus tersebut kembali memeriksa tiga pejabat dan mantan petinggi LPEI. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Leonard Ebenezer Simanjuntak mengatakan, tiga yang diperiksa tersebut adalah DWKW, AI, dan FS.

“Ketiga saksi tersebut, diperiksa terkait pemberian fasilitas kredit kepada para debitur (penerima kredit) LPEI,” terang Ebenezer dalam rilis resmi yang diterima wartawan.

Tiga inisial tersebut, sebetulnya tak ada dalam jadwal pemeriksaan di layar monitor terperiksa di gedung Pidsus, Kejakgung. Sebab mengacu daftar para terperiksa, Selasa (28/9), penyidik di Jampidsus hanya menjadwalkan dua nama yang dimintai keterangan terkait kasus LPEI. Dua nama tersebut yakni Oei Tjhin Hiap dan Stefanus selaku pemilik dan karyawan di PT Rudo Indo Valaz.

Namun, dalam jadwal pemeriksaan sebelumnya, inisial DWKW mengacu pada nama Dendy Wahyu Kusuma Wardhana, yang diperiksa selaku Kepala Divisi Kepatuhan LPEI. Nama tersebut sudah pernah diperiksa lebih dari dua kali di Jampidsus. Sedangkan AI adalah Agus Imansyah, yang diperiksa selaku Komite Pembiayaan I, Unit Pemutusan LPEI. Nama tersebut pun sudah lebih dari tiga kali diperiksa.

Adapun FS, inisial tersebut sudah lebih dari dua kali diperiksa. Namun tak diketahui nama lengkapnya. Akan tetapi, mengacu pada rilis dari Kapuspenkum, FS diperiksa selaku Kepala Divisi Pembiayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) 2015-2018 LPEI.

“Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan perkara tindak pidana korupsi yang terjadi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI,” kata Ebenezer.(dbs)

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Terungkap! Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Disebut Cuma Akal-akalan Para Elite Politik

Terungkap! Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Disebut Cuma Akal-akalan Para Elite Politik

Nasional      

26 Feb 2022 | 133 Agus FZ


Sejumlah elite politik parpol pendukung belakangan kembali menyuarakan perpanjangan masa jabatan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPO) ...

Biaya Haji Setiap Tahun Naik, Yuk Ikuti Cara Pintar Menabung untuk Haji Plus Disini

Biaya Haji Setiap Tahun Naik, Yuk Ikuti Cara Pintar Menabung untuk Haji Plus Disini

Tips      

21 Jul 2022 | 97 Agus FZ


Semua orang tentu sudah mengetahui bahwa untuk pergi haji ke tanah suci tidak hanya diperlukan persiapan mental juga finansial. Waktu tunggu ibadah haji juga sangat lama, jadi dianjurkan ...

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Polri Tidak Pernah Menindaklanjuti Aduan Masyarakat ke Permadi Arya, Edi Kuntadhi, Denny Siregar dan Ade Armando

Nasional      

2 Jun 2021 | 392 Agus FZ


Dari hasil pengamatan dari banyak aduan masyarakat terhadap ke tiga orang: Permadi Arya, Edi Kuntadhi, dan Ade Armando, Polri selalu membebaskan tanpa ada tindak lanjut, walaupun mereka ...

Kecewa Karena Diselingkuhi, Wanita Ini Kirim 1 Ton Bawang Merah Ke Rumah Mantannya

Kecewa Karena Diselingkuhi, Wanita Ini Kirim 1 Ton Bawang Merah Ke Rumah Mantannya

Mancanegara      

20 Mei 2020 | 992 Kak Min


Suka dan duka pasti ada pada kehidupan asmara kita. Apalagi, hubungan tersebut sudah dijalani dengan waktu yang lama. Namun, terkadang hubungan asmara tak selalu dapat ...

Apa Saja Sih Manfaat Bayam Merah Untuk Kesehatan

Apa Saja Sih Manfaat Bayam Merah Untuk Kesehatan

Kesehatan      

29 Okt 2020 | 410 Agus FZ


Buat kamu yang suka sekali makan sayur-sayuran, jangan lupa nih sama sayur yang satu ini, bayam merah sangat bermanfaat untuk kesehatan juga untuk kecantikan loh. Jika kita mengkonsumsi ...

Harga Cabai Di Petani Murah Kok Sampai Di Penjual Mahal

Harga Cabai Di Petani Murah Kok Sampai Di Penjual Mahal

Nasional      

20 Jun 2022 | 65 Agus FZ


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo heran dengan harga cabai dan bawang merah yang melonjak tinggi. Pasalnya, stok cabai di daerah khususnya di Wonosobo tergolong ...